Teori rekayasa ulang proses bisnis, juga disebut
sebagai proyek pendirian ulang usaha, merupakan pemikiran ulang fundamental dan
desain ulang secara drastis dari proses bisnis untuk mendapatkan peningkatan
dramatis. . Dengan mengandalkan dukungan pada teknologi
informasi, perusahaan dapat mengintegrasikan ulang proses yang telah
dibagi-bagi dan menyederhanakannya dengan membuang proses yang tidak penting. Dengan bantuan pembagian informasi yang baik, perusahaan
bisa meningkatkan efisiensi dan banyak pekerjaan dapat diselesaikan oleh tim
umum. Perusahaan harus mengubah proses kontinu dan pararel menjadi
tersinkronisasi. Perusahaan harus
mengingat bahwa hanya dengan menyukseskan proses rekayasa ulang lah perusahaan
dapat mencapai kesuksesan perusahaan secara keseluruhan dalam BPR.
This blog is created for Management Information System class (ENIE600024) at Industrial Engineering Department, Universitas Indonesia
Monday, March 9, 2015
Peran MIS untuk Meningkatkan Produktivitas pada Beban Kerja (Studi Kasus di Iran)
Sistem
informasi bertanggung jawab atas data yang dimiliki dan memproses informasi
pada organisasi tersebut serta manajer untuk menyediakan informasi dalam
pengambilan keputusan penting. Ini akan dicapai dengan menggunakan sistem, teknologi,
dan pelatihan yang merupakan bagian penting dari manajemen modern. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mempelajari peran Management Information
System (MIS) dalam meningkatkan produktivitas sumber daya manusia.Studi
menemukan bahwa informasi yang berhubungan dan efektivitas biaya dari informasi
merupakan dua factor terpenting yang diasosiasikan dengan produktivitas dari
SDM. Studi menunjukan keuntungan dari pelatihan pekerja, dukungan manajemen
terhadap distribusi MIS melalui jaringan.
Penjualan Virtual dan Manajemen Rantai Pasokan
Teknologi saat ini telah
merevolusi cara penjual beroperasi. Globalisasi telah
mempercepat pembelian dan Internet adalah kekuatan pendorong untuk rantai
pasokan saling-terhubung. Kebanyakan pengecer
internet tidak memperhatikan pentingnya manajemen rantai suplai dan pengaturan
proses inventori. Pengecer besar cenderung memiliki keuntungan. Pengecer besar
memiliki lebih banyak sumber finansial untuk mengimplementasikan click and
mortar servis sehingga tidak harus bergantung pada pihak ketiga untuk
pengantaran produk. Ketika teknologi berkembang, kualitas keseluruhan dari rantai
supplai juga akan meningkat. Sistem perencanaan rantai supplai yang menciptakan
model dari rantai saat ini memberikan peramalan untuk produk mereka dan
membantu dalam membuat rencana optimal pembangunan (Laudon and Laudon, 2012)
Subscribe to:
Posts (Atom)